PENDIDIKAN ANAK

Anak atau Sekolah yang Bermesalah?

Hasil gambar untuk gambar kartun anak atau sekolah bermasalah

      Para orangtua dan guru yang berbahagia di seluruh pelosok tanah air tercinta, mengapa anak-anak kita di sekolah banyak yang masuk dalam kategori bermasalah? Sebab utamanya adalah perbedaan antara fitnah penciptaan anak dengan sistem sekolah. Anak kita diciptakan dengan berbagai ragam perbedaan. Mulai dari fisik, cara berpikir, watak, bakat, dan talenta, sementara sistem sekolah kita hanya terdiri atas satu sistem yang seragam untuk semua jenis anak. Semua anak yang berbeda-berbeda tersebut diproses dengan cara yang sama dan kriteria yang sama.

    Sebagai contoh, sekolah dengan sistem seragam ini biasa menetapkan kriteria anak baik adalah yang "patuh dan penurut" sehingga anak-anak yang bermacam ragam tersebut untuk bisa  menjadi "anak-anak" harus menjadi "patuh dan penurut". Siapa pun yang tidak patuh atau penurut akan dianggap bermasalah.

    Sementara kenyataannya anak kita memiliki bermacam-macam watak, ada yang memang mudah menurut, ada yang kritis penuh dengan pertanyaan, ada yang berpendirian keras, ada yang ingin berpikir dan berkreasi bebas, dan sebagainya, tetapi mereka semua, suka atau tidak suka, harus menjadi penurut. Jika tidak, mereka akan masuk dalam kelompok anak-anak bermasalah.

  Lain halnya dengan sekolah yang memahami perbedaan anak atau berbasiskan Multiple Intelligence 
and Holistic Learning. Sekolah ini akan menetapkan kriteria anak yang baik adalah anak yang kooperatif bukan yang penurut. Apa bedanya? Anak yang penurut adalah anak yang mengikuti semua perintah tanpa berpikir, dengan tujuan untuk menyenangkan orang lain, sementara anak yang kooperatif adalah anak yang setiap tindakannya didasarkan pada keputusan dan pertimbangan logis/kritis, berdasarkan nilai-nilai sosial yang dibentuk dan diakui bersama.

"Anak yang penurut mengikuti semua perintah tanpa berpikir, dengan tujuan untuk menyenangkan orang lain"

    Sekolah jenis ini pada umumnya memebebaskan setiap anak untuk berbeda, berbedapakaian, berbeda pendapat, berbeda keinginan, berbeda cara menyelesaikan tugas-tugas, tetapi mereka selalu diajak untuk berdialog dan kooperatif dalam  membuat keputusan-keputusan untuk kepentingan bersama.

     Nah ... sekarang, silakan Anda menilai, sesungguhnya anak kita atau sistem sekolahnya yang selama ini bermasalah.[]


Keterangan : Buku Ayah Edi, Judul : Punya Cerita, Penerbit : Noura Books (PT Mizan Publika) 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar